“Menganalisis Unsur Intrinsik Puisi Anak”
Dosen Pengampu :Dra. Endang Darmawati M.PdMaryam Isnaini D, M.PdDisusun Oleh :Nisful LailaFiana Puspa NursendaRizki SetyowiyantiBeti PurnamasariDewi TamaraUNIVERSITAS NEGERI SURABAYAFAKULTAS ILMU PENDIDIKANPENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR2015Menganalisis Unsur Intrinsik Puisi AnakJudul puisi : Taman BungakuPengarang : Ni Komang JuniarSumber : Www.senaya.web.idTaman BungakuTaman bungakuBila kupandangHatipun senangTamanku cantikSangatlah menarikTaman bungakuBerserilah selaluJangan pernah kau layuKarena aku kan bersedih seduOh angin dari segala rinduMampirlah ke tamankuSebarkanlah harum bungakuKe segala penjuru1. TEMAKeindahan : Seseorang yang sangat menyukai keindahan taman bunganya.2. DIKSI (Pilihan Kata)Diksi atau pemilihan kata yang digunakan adalah kata-kata yang mudah dimengerti oleh pembaca, khususnya anak-anak. Seperti “Taman bungaku. Bila kupandang. Hatipun senang. Tamanku cantik. Sangatlah menarik” adalah kata-kata yang mudah dimengerti atau diungkapkan oleh anak-anak.3. RimaRima yang digunakan dalam puisi “Taman Bungaku” adalah rima baris.Rima baris biasanya digunakan dalam puisi dua seuntai (Disticond), dan sajak empat seuntai (quatren). Tapi, yang paling banyak mengandung rima baris biasanya adalah Quatren.*Cara menentukan rima baris!Ada beberapa bentuk rima baris yaitu:
AAAA, AABB, ABAB dan ABBA.Bentuk rima baris dalam puisi “Taman Bungaku” adalah AAAA, yaitu :Taman bungakuBerserilah selaluJangan pernah kau layuKarena aku kan bersedih seduOh angin dari segala rinduMampirlah ke tamankuSebarkanlah harum bungakuKe segala penjuruRima dengan pola AAAA, disebut rima sama bunyi.4. TipografiTipografi pada puisi “Taman Bungaku” yaitu :v Satu bait terdapat 4-5 barisv Satu baris terdapat 3-5 kata5. PengimajinasianPengimajian pada puisi “Taman Bungaku” adalah sebagai berikut :Taman bungaku (Penglihatan)Bila kupandang (Perasa)Hatipun senang (Perasa)Tamanku cantik (Penglihatan)Sangatlah menarik (Perasa)Taman bungaku (Penglihatan)Berserilah selalu (Perasa)Jangan pernah kau layu (Perasa)Karena aku kan bersedih sedu (Perasa)Oh angin dari segala rindu (Perasa)Mampirlah ke tamanku (Penglihatan)Sebarkanlah harum bungaku (Penglihatan)Ke segala penjuru (Perasa)6. Nada dan SuasanaNada dan Suasana pada puisi “Taman Bungaku” adalah senang, bahagia, dan bangga karena memiliki taman bunga yang indah.7. AmanatAmanat yang bisa diambil dari puisi “Taman Bungaku” adalah taman bunga yang cantik dan menarik bisa membuat hati senang. Oleh karena itu, kita harus menjaga dan merawat taman bunga dengan baik.Judul puisi : Negaraku IndonesiaPengarang : Ni Pt Eka Mira DewiSumber : Www.senaya.web.idNegaraku IndonesiaNegaraku IndonesiaIndah dan permaiBagiku ohSekali Indonesia tetap IndonesiaTak kan pernah tergantikanKu tetap semangatWalau Belanda menjajahmuAku kan membelamu sepanjang masaIndonesia negarakuYang setia dan ku cinta1. TEMANegara Indonesia : seseorang yang sangat bangga dan mencintai Indonesia serta bersemangat untuk melindungi dan memperjuangkan Indonesia.2. DIKSI (Pilihan Kata)Diksi atau pemilihan kata yang digunakan dalam puisi “Negaraku Indonesia” adalah kata-kata yang mudah dimengerti oleh pembaca, khususnya anak-anak. Seluruh pemilihan kata dalam setiap baris dan bait merupakan kata-kata yang mudah dimengerti atau diungkapkan oleh anak-anak.3. RimaRima yang terdapat dalam puisi “Negaraku Indonesia” yaitu rima dengan pola ABAB. Rima dengan pola ABAB disebut juga sebagai rima berselang yang terdapat pada baris puisi berikut :Walau Belanda menjajahmuAku kan membelamu sepanjang masaIndonesia negarakuYang setia dan ku cinta4. TipografiTipografi pada puisi “Negaraku Indonesia” yaitu : Satu bait terdapat 10 baris Satu baris terdapat 2-5 kata5. PengimajinasianPengimajian pada puisi “Negaraku Indonesia” adalah sebagai berikut :Negaraku Indonesia (penglihatan)Indah dan permai (perasa)Bagiku oh (perasa)Sekali Indonesia tetap Indonesia (penglihatan)Tak kan pernah tergantikan (perasa)Ku tetap semangat (perasa)Walau Belanda menjajahmu (penglihatan)Aku kan membelamu sepanjang masa (perasa)Indonesia negaraku (penglihatan)Yang setia dan ku cinta (perasa)6. Nada dan SuasanaNada dan Suasana pada puisi “Negaraku Indonesia” adalah bahagia dan bangga karena memiliki Indonesia yang indah dan permai. Selain itu, ada nada dan suasana haru ketika penulis mengungkapkan semangat untuk membela Indonesia dari penjajahan.7. AmanatAmanat yang terdapat di dalam puisi “Negaraku Indonesia” adalah kita sebagai warga negara Indonesia harus semangat dalam membela dan memperjuangkan Indonesia dari segala ancaman penjajahan.
Kamis, 24 September 2015
Menganalisis Unsur Intrinsik Puisi Anak
Hakikat, Tujuan, Landasan, dan Ruang Lingkup IPS
“Hakikat, Tujuan, Landasan, dan Ruang Lingkup IPS”
Dosen Pengampu : Ganes Gunansyah, M.Pd
Disusun Oleh :
Nisful Laila (14010644045)
Lusyi Dwi Oktafianti (14010644054)
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
2015
·
Hakikat IPS
Hakikat IPS adalah mata pelajaran sosial yang bersumber
dari disiplin ilmu-ilmu Sosial, (seperti sosiologi, sejarah, ekonomi,geografi,
antropologi, ilmu politik dan pemerintahan) yang mempelajari manusia dalam
aspek kehidupan dan interaksi dalam masyarakat.
·
Tujuan IPS
1.Membentukwargangara
yang baik (good citizen) dalammasyarakatdemokrasi.
2.
Meberikanpendidikannilai (etika) sertailmu-ilmukemanusiaan (humaniora).
3. Untuk memberikan keterampilan-keterampilan dasar yang
terdiri dari keterampilan berpikir, keterampilan melaksanakan penyelidikan
dalam ilmu-ilmu sosial, keterampilan akademik serta keterampilan sosial.
4.
Memperkenalkansisiwakepadapengetahuantentangkehidupanmasyarakatmanusiasecarasistemasis.
5. Untuk mendidik siswa mengembangkan pengetahuan, sikap,
dan keterampilan agar dapat mengambil bagiansecara aktif dalam
kehidupannyakelak sebagai anggota masyarakat dan warga Negara yang baik.
·
Landasan IPS
Pendidikan IPS sebagai mata pelajaran dan pendidikan
disiplin ilmu seyogianya memiliki landasan dalam pengembangan, baik sebagai
mata pelajaran maupun pendidikan disiplin ilmu. Landasan pendidikan IPS, yaitu:
1.
Landasan filosofis
memberikan gagasan pemikiran mendasar yang di gunakan untuk menentukan objek
kajian atau domain yang menjadi kajian pokok dan dimensi pengembangan
pendidikan IPS.
2.
Landasan ideologis
dimaksudkan sebagai sistem gagasan mendasar untuk memberi pertimbangan dan
menjawab pertanyaan seperti: bagaimana keterkaitanantara teori-teori pendidikan
dengan hakikat dan praktis etika, moral, politik dan norma-norma perilaku dalam
membangun dan mengembangkan pendidikan IPS.
3.
Landasan sosiologis
memberikan sistem gagasan mendasar untuk menentukan cita-cita, kebutuhan,
kepentingan, kekuatan, aspirasi sertapola kehidupan masa depan melalui
interaksi sosial.
4.
Landasan
antropologis memberikan sistem gagasan mendasar dalam menentukan pola, sistem
dan stuktur pendidikan disiplin ilmu sehingga relevan dengan pola, sistem dan
stuktur kebuayaan dan perilaku manusia yang kompleks.
5. Landasankemanusiaanmemberikansistemgagasanmendasaruntukmenentukankarakteristik
ideal manusiasebagaisasaran proses pendidikan.
6. Landasanpolitismemberikansisitemgagasanmendasaruntukmenentukanarahdangariskebijakandalampolitikpendidikan
IPS.
7.
Landasan psikologis
memberikan sistem gagasan mendasar untuk menentukan cara-cara IPS membangun
stuktur tubuh disiplin pengetahuannya.
8.
Landasan religius
memberikan sistem gagasan mendasar tentang nilai-nilai, norma, etika, dan moral
yang menjadi jiwa (roh) yang melandasi keseluruan bangunan pendidikan IPS.
·
RuangLingkup IPS
Ruang lingkup IPS sebagai pengetahuan,sebagai pokoknya
adalah kehidupan manusia di masyarakat atau manusia dalam konteks sosialnya. Ditinjaudariaspek-aspeknyaruanglingkuptersebutmeliputihubungan
social, budaya, sejarah,
geografidanaspekpolitikdariruanglingkupkelompoknyameliputikeluarga,
rukuntetangga, rukunkampung, wargadesa, organisasimasyarakatsampaiketingkatbangsa.
Ditinjaudariruangnyameliputitingkatlokal, regional sampaiketingkat
global.Sedangkandari proses
interaksisosialnyameliputiinteraksidalambidangkebudayaan, politikdanekonomi.
Sumber :
Siradjudin, Suhanadji, 2012, Pendidikan IPS, Surabaya: Unesa
University Press
Suhanadji, CiptoWaspodo, 2003, Pendidikan IPS, Surabaya:
PercetakanInsanCendekia
Senin, 07 September 2015
CERPEN SAHABAT : HIMAWARI
Himawari
Ditulis oleh : Nisful Laila (Raira Rin)*
Himawari, begitulah teman-teman memanggilku. Aku
adalah setangkai bunga matahari. Bunga matahari yang tidak akan bisa jauh dari
kotak tanah tempat aku tinggal, air, pupuk, sinar matahari, dan juga manusia pemilikku.
Aku tidak bisa pergi jauh meninggalkan mereka. Aku akan selalu membutuhkan
mereka.
Chouchou, menyenangkan bisa bertemu dengan
seekor kupu-kupu sepertinya. Kupu-kupu indah yang baik hati, menyenangkan dan
tahu banyak hal mengenai dunia ini. Tak seperti kupu-kupu lain yang hanya
menginginkan nektarku, Chouchou rela menghampiriku setiap hari untuk
menceritakan banyak hal tentang pengalaman hidupnya. Dia mengajariku banyak hal
baik. Aku sangat menyukai Chouchou. Aku menyukai Chouchou saat kali pertama
melihatnya. Aku menyukai Chouchou tanpa tahu kupu-kupu yang seperti apa dia.
Aku juga menyukai Chouchou tanpa tahu apa yang dia miliki dalam hidupnya. Aku
pernah mendengar manusia pemilikku bercerita tentang cinta pertama. Kini,
karena Chouchou, aku tahu bagaimana rasanya. Tanpa aku sadari, aku menjadi
penunggu setia terbitnya matahari. Aku benci ketika matahari mulai
menenggelamkan dirinya untuk beristirahat walau hanya sejenak. Ntah, ketika
bersamanya waktu menjadi cepat berlalu.
Hari ini, Chouchou akan bercerita mengenai
perjalanan hidupnya hingga kami dipertemukan di tempat ini. Chouchou pun mulai
bercerita tentang perjalanan hidupnya. Setiap fase dalam hidupnya sungguh
membuat aku kagum. Wujudnya yang ada dihadapanku sekarang ini sangat pantas dia
dapatkan jika mengingat setiap fase yang sudah dia alami. Kupu-kupu indah yang
sekarang sedang bersamaku ini berasal dari sebuah tempat yang cukup jauh dari
tempat aku tinggal. Ntah bumi bagian mana tempat asalnya itu, aku belum pernah
ke sana.
Petualangannya dimulai ketika dia menjadi
sebuah telur yang kecil dan lemah. Seiring dengan berjalannya waktu, telur itu
pun menetas menjadi seekor makhluk baru yang disebut ulat. Saat kupu-kupu harus
melewati masa menjadi ulat kecil, kebanyakkan makhluk akan menjauhinya karena
wujud tubuhnya yang menjijikkan dan bisa menyebabkan gatal jika tersentuh.
“Menjadi ulat adalah bagian paling
merepotkan dan penuh perjuangan. Saat aku menjadi seekor ulat akan ada dua
makhluk yang aku temukan. Pertama makhluk yang menyukai aku dan mau jadi
temanku, kebanyakkan dari mereka sih sesama ulat juga. *hehehe* Kedua makhluk
yang tidak menyukai aku dan pastinya ingin membunuhku. Padahal, aku tidak
melakukan apapun pada mereka. Aku tidak pernah ingin membuat gatal teman-teman
atau manusia yang ada di dekatku. Saat aku menjadi seekor ulat, aku sangat suka
makan daun. Aku juga suka berpetualang ke tempat-tempat baru untuk mendapatkan
daun yang lebih enak.”
“Mmm.. Untung ya kita bertemu saat
kamu sudah menjadi kupu-kupu seperti sekarang? Kalau saja kita bertemu saat
kamu masih seekor ulat bisa-bisa habislah daunku.” Kataku membuat Chouchou
tertawa. Aku sangat suka mendegar suara tawa Chouchou. Aku suka kedua sayapnya
yang berwarna hitam dengan kombinasi beberapa warna putih kecil di
masing-masing sayapnya. Aku juga suka melihat dia saat bicara, saat dia sedang
makan, atau saat dia sedang terbang.
Setelah berjuang hidup dengan wujud ulatnya, Chouchou
masih harus berjuang lagi. Perjuangan yang disebut fase kepompong oleh manusia.
Fase dimana dia harus sendirian didalam gulungan-gulungan benang yang rapuh. Sungguh
perjalanan hidup yang jauh berbeda dengan perjalanan hidupku. Dalam hidupku,
aku terlahir dari sebuah bibit kecil. Manusia pemilikku menyediakan tanah untuk
aku tinggal, air dan pupuk untuk aku makan, dan ada sinar matahari yang setia
membantu aku untuk tetap hidup. Aku juga memiliki banyak teman. Ada Akaibara,
Shirobara, Kiiroibara, Pinku, Sakura, dan yang lain-lain. Aku tidak terbiasa
melakukan apapun sendirian. Aku selalu bergantung pada makhluk lain. Sementara
ulat, begitu berat perjuangannya untuk menjadi indah seperti sekarang yang bisa
aku lihat. Bisakah aku menyukainya saat dia berwujud ulat? Aku rasa tidak
semudah itu. Waktu terus berlalu dan fase kepompong itu pun berakhir. Perlahan
kupu-kupu keluar dari kepompong dan mulai mencoba untuk mengepakkan sayapnya.
Terbang melewati tangkai-tangkai bunga, terbang diatas rerumputan yang hijau,
hingga dia sampai di tempatku ini. Pasti menyenangkan bisa terbang berkeliling
dan melihat isi dunia dari atas sana.
“Chouchou, terkadang aku merasa
iri dengan bunga lain. Coba lihat Akaibara, Shirobara, Kiiroibara, dan Pinku.
Mereka adalah bunga mawar yang cantik dan manusia suka menjadikan mereka
sebagai lambang dari cinta. Lalu, ada bunga melati yang baunya harum hingga
banyak manusia yang menyukainya. Ada juga bunga anggrek, dia sangat indah dan harganya
mahal. Pasti menyenangkan jika menjadi bunga seperti mereka. Apalagi menjadi bunga
sakura dari Jepang, Si Cherry Blossom lambang negara favorit banyak orang.”
“Kamu tidak boleh merasa iri hanya
karena bunga lain memiliki kelebihan yang berbeda darimu. Menjadi mereka tidak
se-menyenangkan yang kamu pikir. Bunga mawar? Iya benar lambang cinta. Ditanam,
dirawat, dipetik, layu, dan mati. Terkadang, aku merasa aneh, kenapa manusia
perempuan sangat senang ketika menerima bunga mawar dari pasangannya? Bunga
melati? Iya memang harum. Jangan bayangkan saat kamu harus diolah untuk
dijadikan minuman teh. Kamu mengerti, Himawari?”
Aku terdiam
setelah mendengar nasihat dari Chouchou, menyentuh. Selama ini, aku tidak pernah
memikirkan itu. Ditanam,
dirawat, dipetik, layu, dan mati. Diolah untuk dijadikan minuman teh.
“Nah, Himawari, mulai besok pagi lakukan perintahku ini. Pikirkan
hal-hal positif mengenai dirimu atau semua hal baik yang kamu miliki di dalam
dirimu agar kamu lebih pandai bersyukur.” kata Chouchou sambil tersenyum
padaku. Setelah itu, dia terbang untuk pulang ke rumahnya. Namun, ada satu
bagian dari perjalanan hidup Chouchou yang tidak dia ceritakan padaku. Hanya
satu bagian.
Beberapa hari kemudian..
“Pinku.. kenapa Chouchou tidak pernah datang ke sini lagi ya?”
tanyaku.
“Tentu saja. Bukankah seharusnya ini sudah lewat dari tujuh hari.” SahutAkaibara.
“Memangnya kenapa kalau sudah lewat dari tujuh hari? Apa kupu-kupu suka
berpindah tempat setelah tujuh hari tinggal?” tanyaku lagi.
“Himawari, saat kamu terlahir sebagai seekor kupu-kupu, sebuah
anugerah besar jika kamu diberi umur panjang sepuluh hari. Tapi, jika kamu
tidak ditakdirkan memiliki anugerah itu, bersyukurlah karena bisa hidup selama
tujuh hari.” Jawab Pinku.
“Kupu-kupu itu memang salah satu ciptaan Tuhan yang indah. Tapi,
sebagai gantinya, Tuhan hanya memberi tujuh sampai sepuluh hari untuk mereka
hidup.” Tambah Akaibara.
Chouchou, terima kasih untuk persahabatan kita.
Terima kasih sudah mau berteman denganku.
*Penulis
adalah mahasiswa dari PGSD FIP UNESA angkatan 2014
Langganan:
Postingan (Atom)
RPPH Kelompok Bermain Tema Diriku Sub Tema Anggota Tubuhku Minggu Ke-4 Hari Ke-4
Tidak ada "RPPH Kelompok Bermain Tema Diriku Sub Tema Anggota Tubuhku Minggu Ke-4 Hari Ke-4" dikarenakan KB tempat saya mengajar l...
-
Kebanyakan tumbuhan monokotil memiliki akar serabut dan berbiji tunggal. Biji ini akan berkecambah dan membentuk akar lembaga yang kemudi...
-
Kebanyakan tumbuhan yang memiliki biji berkeping dua atau dikotil, memiliki akar tunggang. Akar tunggang memiliki ciri akar primer yang m...
-
Lampiran 2 Lembar Kerja Peserta Didik 01 “Nama Anggota Tubuh” Tujuan Siswa mampu membaca nama-nama anggota tubuh. Siswa ma...

