Minggu, 14 Agustus 2016

CERPEN : Let You Go (Part 4)



“Let You Go”
Written by Nisufuru Raira

Special thanks to One Direction for “Save You Tonight” song.

Happy reading, guys.. ^_^

Let You Go

Part 4 : Save You Tonight

I... I wanna save you
Wanna save your heart tonight
He’ll only break ya
Leave you torn apart
Oh..

“I... I wanna save you..”

“Wanna save your heart tonight..”

“He’ll only break ya..”

“Leave you torn apart..”

“Oh..”

“AMM, ANN, PLEASE GIRLS, BERHENTILAH TERIAK-TERIAK TIDAK JELAS. AKU SEDANG BACA NOVEL DI SINI.”

Protes Aileen pada adik perempuannya, Adamma, dan pacar sepupunya, Annada. Bagi Aileen, hal yang sedang dilakukan dua perempuan berambut coklat itu jauh dari kata me-nya-nyi. Kali ini Aileen harus mengutuk para jomblo diluar sana yang tidak pernah absen berdoa agar turun hujan di malam minggu seperti ini. Karena hujan, Amm gagal kencan dengan pacarnya, Radmilo. Sedangkan, sepupunya, Agam berpura-pura masih terjebak tugas di kampus karena malas mengajak Ann kencan.

“Astaga, aku masih tidak mengerti, bagaimana bisa Tuhan memberiku dua saudara seperti Amm dan Agam?” batin Aileen.

Ann mengambil novel dari tangan Aileen.

Sedangkan, Amm melepas kacamata baca yang dipakai Aileen.

“Kembalikan novel dan kacamataku girls..”

“Daripada memusingkan dua benda membosankan ini. Lebih baik kau cek handphonemu. Ini..” kata Ann sambil melempar handphone berwarna ungu cerah ke Aileen.

Aileen membulatkan mata ketika layar handphone itu menunjukkan kalau dia dan Abinaya akan segera terhubung melalui telepon.

“Hallo..”

“Apa yang kalian lakukan? Kenapa menelepon dia?” keluh Aileen setengah berbisik agar Abinaya diseberang sana tidak mendengarnya.

“Hallo, Aileen?”

“Sudah cepat bicara saja..” paksa Amm.

“Ha-hallo, Abinaya..”

“Ada apa, Aileen?”

“Uhmmm?”

“Katakan padanya -sedang apa-” bisik Ann.

“Sedang apa?”

“Ooohh.. tidak ada. Aku sedang di kamar saja. Kamu?”

“Sama..”

“.....”

“.....”

“Jangan diam saja. Tanyakan hal yang lain.” bisik Amm.

“Shut Up!” bentak Aileen reflek.

“Aku dari tadi sudah diam, Aileen.”

Amm dan Ann tertawa mendengar ucapan Abinaya.

“Bu-bukan. Bukan kamu yang aku suruh diam.”

“Lalu siapa?”

“Hallo.. Namaku Adamma Brunella Rawnie. Aku adiknya Kak Aileen. Kakak bisa memanggilku Amm.”

“Oh hallo Amm. Aku Abinaya Alexi Emery. Kamu bisa memanggilku Abinaya. Ah jadi kamu yang disuruh Aileen untuk diam?”

“Suara pacarnya Kak Aileen sexy sekali..”

“BRUNNELLA?” teriak Aileen.

“Ahahaha masa?”

“Maaf ya Abinaya. Amm hanya bercanda.”

“Tidak apa-apa. Amm kamu masih di sana?”

“Iya. Ada apa Kak Alexi? Mau minta nomor teleponku ya?”

“Ahahaha.. terimakasih Amm. Tapi, Aileen adalah tipe pacar yang suka cemburu. Jadi lain kali saja aku minta.”

“Yaaa.. tidak seru.”

“Amm, berhenti menggoda kakakmu dan pergilah tidur ya..”

“Okay, Bro Alexi..”

“Cepat bicara lagi..” bisik Ann.

“Maaf ya Abinaya. Amm sudah menyebutmu sebagai pacarku. Dia kadang memang suka asal bicara.”

“Hehehe.. tidak apa-apa. Besok temani aku sarapan di kantin ya?”

“Iya..”

“Baiklah. Aku tutup dulu teleponnya. Night Aileen..”

“Night Abinaya..”

Aileen menutup sambungan telepon dengan Abinaya dan memberikan tatapan meminta penjelasan pada Amm dan Ann.

“C’mon.. setidaknya besok kalian akan makan pagi bersama..” kata Ann.

“Kami sudah menolong lho..” tambah Amm.

“Hufts~ Ya sudahlah. Terimakasih..”

It’s a quarter to three can’t sleep at all
He’s so overrated
If you told me to jump, I’d take the fall
And he wouldn’t take it

Abinaya Alexi Emery ~ mode on ~

Jam 02.45 pagi, dan aku belum bisa tidur. Sebenarnya, aku tidak mau melakukan hal itu. Memikirkan Adara dan Si Abrisam. Aku merasa kalau Adara terlalu berlebihan menyukai si Abrisam. Sementara, aku di sini, bahkan jika dia memintaku untuk melompati jurang demi menyelamatkan nyawanya maka akan aku lakukan. Berbeda dengan si Abrisam yang suka selingkuh. Dia pasti tidak akan mau melakukan seperti aku.

Aku pasti sudah gila. Kemarin aku merelakannya. Hari ini, aku masih menyukainya. Lalu, besok, aku akan menghabiskan siangku dengan Aileen. Ngomong-ngomong masalah Aileen. Aku baru sadar kalau dia memiliki suara yang begitu enak didengar.

Abinaya Alexi Emery ~ mode off ~

All that you want’s under your nose
You should open your eyes but they stay closed

I... I wanna save you
Wanna save your heart tonight
He’ll only break ya
Leave you torn apart
Oh..

Aileen Nathania ~ mode on ~

Aku dan Abinaya sedang berjalan menuju kantin sekarang. Innerku tidak mau berhenti memandangi Abinaya dan terus bicara. “Semua yang kamu inginkan sedang ada didepan matamu. Perempuan yang menyukai segala tentangmu. Kamu seharusnya membuka mata bukan malah berpura-pura terus menutupnya demi perempuan lain.”

“Kamu mau makan apa?”

“Samakan saja denganmu.”

“Baiklah. Tunggu di sini ya.”

Aku hanya tersenyum untuk mengiyakan ucapan Abinaya. Beberapa menit kemudian, Abinaya kembali dengan membawa dua piring nasi goreng. Sepertinya dia sangat menyukai nasi goreng. Aku sering melihatnya makan nasi goreng di kantin. Kupikir lagi bukan sering tapi selalu.

“Nasihatmu yang waktu itu sudah aku lakukan.”

“Nasihat apa?”

“Mengajak Adara bicara lebih dulu.”

“Be-benarkah?”

“Aku bilang padanya kalau hubungan kami telah berakhir. Lucu sekali. Mengingat ini seperti belum pernah dimulai.”

“Tidak apa-apa, Abinaya. Masih ada beberapa perempuan bermata emerald lain di kampus ini. Hehe..”

“Ahahaha.. you’re right, Mrs. Aileen. Menurutmu, haruskah nanti malam aku datang ke pesta pertunangan Abrisama dan Ulani itu? Aaahh, aku akan terlihat tidak bisa move on jika aku datang ke sana dengan Cetta. Lebih baik aku tidak datang.”

“Kamu akan datang bersamaku.” Kataku reflek.

“Serius nih?” sahut Abinaya.

“Astaga apa yang aku katakan barusan?” batinku.

“Aileen?” panggil Abinaya.

“I-iya serius.”

“Thanks Aileen. Nanti aku jemput jam tujuh ya. Sekarang aku harus pergi dulu. Bye Aileen..”

Abinaya mengacak kecil rambutku lalu pergi begitu saja dari kantin. Meninggalkan aku dan wajahku yang telah memerah dengan sempurna. Gawat, aku telah melakukan percobaan bunuh diri.

.
.
.

Pukul 05:00

Aku berjalan mondar-mandir di ruang tamu. Membuat sofa, meja, dan televisi menatapku bingung. Terutama handphone yang ada di tanganku.

“Aku harus membatalkan janjiku. Iya, aku akan meneleponnya.” Kataku bicara sendiri. Aku pun segera mencari nomor telepon Abinaya.
.
.
.
“Tidak. Aku tidak bisa membatalkan ini. Aku ingin membantunya.”
.
.
.
“Sudahlah. Lupakan saja. Aku tidak akan bisa membantu dia.”
.
.
.
“Tidak. Ini kesempatanku untuk bisa bertemu dengan dia.”

I can’t be no superman
But for you I’ll be super human

I.. I wanna save ya, save ya, save ya tonight

“Baiklah. Ayo, kita mulai, Amm. SEMANGAAT!!!” teriak Ann yang sudah berdiri disampingku kananku lengkap dengan pembersih wajah, pelembab, foundation, dan bedak.

“YOSH!” sahut Amm yang berdiri disamping kiriku lalu mulai membersihkan wajahku sebelum Ann mengoleskan pelembab dan apapun itu yang ada ditangannya.

Beberapa menit kemudian, make up wajah selesai, berikutnya kedua orang terdekatku ini bersiap melakukan make up mata padaku. Amm terlihat sedang memilih warna eye shadow yang cocok untukku. Dia tahu aku tidak suka terlihat menor. Eye shadow. Concealer. Eye liner. Pensil alis. Maskara. Amm dan Ann menyebutkan satu demi satu peralatan make up yang mereka gunakan. Sementara, aku hanya pasrah menunggu dan mendengarkan.

Selesai dengan make up mata. Mereka beralih ke make up pipi. Aku bisa melihat Ann memilih blush on dengan warna muda yang lembut. Membuatku wajahku terlihat merona alami dan segar. Aku bisa sedikit tersenyum sekarang.

Terakhir, make up bibir. Ann mengoleskan secara perlahan dan tipis lipstick berwarna pink pada bibirku. Aku tidak tahu make up seperti cocok atau tidak cocok untuk pergi ke pesta pertunangan. Tapi, aku benar-benar tidak ingin terlihat menor. Dan akhirnya, selesai sudah acara make up bersama Amm dan Ann.

“Aileen Nathania, kamu memang tidak bisa menjadi wonder woman seperti di film. Tapi, untuk dia, kamu adalah manusia super yang cantik. Malam ini, kamu akan benar-benar menyelamatkan harga diri seorang Abinaya Alexi Emery. Hehehe..” ujar Ann sambil memeluk aku dari belakang diikuti oleh Amm yang tidak mau ketinggalan.

“I wanna save you tonight, Abinaya Alexi Emery..” batinku.

Aileen Nathania ~ mode off ~

CERPEN : Let You Go (Part 5)



“Let You Go”
Written by Nisufuru Raira

Special thanks to One Direction for “I Wish” song.

Happy reading, minna.. ^_^

Let You Go

Part 5 : I Wish

Na na na na naa
Na na na na naa

He takes your hand, I die a little
I watch your eyes and I’m in little
Why can’t you look at me like that

Abinaya Alexi Emery ~ mode on ~

“Santai saja Emery. Kau hanya datang ke pesta pertunangan mantan pacarmu. Bukan pesta pernikahan pacarmu yang ternyata sudah hamil beberapa bulan.” Batinku menyemangati diri sendiri.

Adara, aku berada ditengah-tengah para tamu saat melihat dia menggenggam tanganmu dan membuat innerku sekarat. Aku mencoba menatap matamu namun matamu hanya tertuju padanya. Kenapa kamu tak bisa menatapku seperti itu?

“Jangan lama-lama melihat dia.” ucapan Aileen membuyarkan lamunanku.

“Maaf Aileen. Jangan cemburu ya. Hehehe..”

Aileen hanya tersenyum malu-malu padaku.

“Karena kita sudah datang sebagai pasangan kekasih. Kita harus memberikan ucapan selamat pada mereka. Siap Aileen?”

“Itulah yang akan kita lakukan.” Kata Aileen.

Abinaya Alexi Emery ~ mode off ~

Na na na na naa

When you walk by
I try to say it
But then I freeze
And never do it

Adara Fredella Ulani ~ mode on ~

“Fredella, bukankah itu Mr. Alexi?” kata Jovi, sahabatku. Aku dan Kei pun mengikuti arah pandangan Jovi. Sedangkan, Rey sedang menemui temannya setelah aku kenalkan pada Abinaya tadi sebelum Jovi dan Kei datang.

“Damn it! Bagaimana bisa kau melewatkan laki-laki bermata shappire itu demi Rey? Coba lihat dia.” sahut Kei. Bisa kurasakan Kei menyenggol bahu Jovi.

“Kau benar Blondie. Menurutku, dia sama kerennya seperti Harry Styles 1D dengan rambut curly hitam kecoklatan dan mata shappire itu.” tambah Jovi membantu Kei mencoba mengganggu suasana hatiku. Ya, mereka tentu tahu aku sempat pacaran dengan Abinaya.

“Berhenti memanggilku Blondie, Jovita Dilarai! Lihat dirimu sendiri.”

“Okay.. Okay.. Keisha Anindita. Fredella, kau dan dia sudah putus kan?” tanya Jovi.

Aku tidak mempedulikan omelan Jovi dan Kei. Aku juga tidak peduli dengan betapa kerennya Abinaya malam ini. Tapi, aku peduli pada perempuan yang dibawa oleh Abinaya.

Dia mampu membuat Abinaya berlalu dariku untuk sebuah dansa. Padahal, ada yang aku ingin katakan pada Abinaya tadi. Gandengan tangan perempuan itu pada Abinaya membuatku serasa beku dan tak jadi mengatakannya.

Apa aku sedang cemburu?

Adara Fredella Ulani ~ mode off ~

My tongue gets tight
The words can’t trade
I hear the beat of my heart getting louder
Whenever I’m near you

Aileen Nathania ~ mode on ~

Rasanya, lidahku jadi kelu. Tak ada kata yang bisa keluar. Satu-satunya yang bisa ku dengar adalah suara detak jantungku semakin keras tiap kali aku dekat denganmu. Aku tidak pernah memikirkan ini. Satu malam seperti di film Cinderella bisa menjadi nyata di duniaku.

Berdansa dengan laki-laki yang aku suka.

“Hallo guys.. boleh minta perhatiannya sebentar?”

Suara Adara menghentikan dansa kami.

“Terimakasih karena kalian sudah mau datang ke pesta pertunanganku dengan, Abrisam Reynand. Sebagai kado kecil, maukah salah satu diantara kalian menyanyikan sebuah lagu untuk kami?”

Tamu undangan Adara hanya melihat satu sama lain mendengar permintaan Adara.

“Abinaya, kudengar suaramu cukup bagus.” Kata Adara. “Satu lagu saja.”

“Tunggulah di sini, Aileen.”

Abinaya melepas genggaman tangan kami dan berjalan menuju panggung kecil tempat Adara dan Rey berdiri.

Na na na na naa
Na na na na naa

He looks at you
The way that I would
Does all things, I know that I could
If only time, could just turn back

Cause I got three little words
That I’ve always been dying to tell you

But I see you with him slow dancing
Tearing me apart
Cause you don’t see

Whenever you kiss him
I’m breaking
Oh, how I wish that was me

PROK! PROK! PROK! PROK! PROK!

Orang-orang bertepuk tangan. Abinaya melihat ke arahku dan tersenyum menggoda. Memberi sinyal kalau dia baik-baik saja di sana.

“Your party really tearing me apart, Adara, Rey..”

“Hahaha..”

“Hahaha..”

Orang-orang tertawa mendengar lelucon Abinaya. Begitu pun dengan Rey. Tapi, aku dan Adara tidak menganggap itu sebagai lelucon. Meskipun, Abinaya mengatakannya dengan nada bercanda. Aku tahu dia masih sedikit terluka.

Aileen Nathania ~ mode off ~

But I see you with him slow dancing
Tearing me apart
Cause you don’t see

Whenever you kiss him
I’m breaking
Oh, how I wish that was me

Oh, how I wish that was me..

Abinaya Alexi Emery ~ mode on ~

Aku sedang melihat dia berdansa dengan Abrisam. Masih terasa sedikit sakit karena dia seakan tidak melihatku di sini. Sebelum aku berharap yang aneh-aneh seperti –andai saja aku berada di posisi si Abrisam itu sekarang- lebih baik aku segera kembali ke Aileen.

Aaahh.. iya Aileen?

“Abinaya?”

Itu suara Aileen memanggilku.

“Kamu darimana saja?”

“Aku tadi tidak sengaja melihat temanku sedang berdiri di sana. Jadi, aku menyapanya sebentar.”

“Ya sudah. Sebaiknya kita pulang sekarang. Pesta dansa ini membosankan.”

“Pesta pertunangan maksudnya~”

“Ahahaha.. jangan membuatku marah, Aileen.”

Setelah malam itu, aku tak pernah lagi mendengar keluhan Adara tentang lift atau eskalator. Tidak ada lagi sebutan “Mr. Alexi” dan “Mrs. Fredella”. Aku benar-benar melepas Adara. Mengenai Aileen? Dia membuatku tidak pernah bolos kelas bahasa Inggris lagi. Dia membuatku tidak pernah makan pagi sendirian di kantin. Ya, begitulah, intinya, hubungan kami baik-baik saja.

Abinaya Alexi Emery ~ mode off ~





~ THE END ~

RPPH Kelompok Bermain Tema Diriku Sub Tema Anggota Tubuhku Minggu Ke-4 Hari Ke-4

Tidak ada "RPPH Kelompok Bermain Tema Diriku Sub Tema Anggota Tubuhku Minggu Ke-4 Hari Ke-4" dikarenakan KB tempat saya mengajar l...