Kamis, 03 November 2016

Perencanaan Pembelajaran

PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Laporan Analisis Kesesuaian Antara Proses Pembelajaran dengan RPP Kelas IV SDN Dukuhsari 1 Jabon
Dosen Pengajar : Drs. Mintohari, M.Pd






Disusun Oleh : Nisful Laila (14010644045 / B-2014)


UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
2016
Tabel Pelaksanaan Pembelajaran IPS Kelas IV Semester 1 di SDN Dukuhsari 1 Jabon - Sidoarjo

No
Langkah Pembelajaran
Dilakukan
Catatan
Ya
Tidak


Kegiatan Awal



1.
Salam pembuka, menanyakan kabar siswa, absensi, berdoa bersama, menunjuk ketua kelas untuk memimpin doa.



2.
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran



3.
Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran hari ini


Guru tidak melakukan langkah tersebut dengan alasan terbiasa setelah menjelaskan tujuan pembalajaran langsung memperkenalkan materi pembelajaran.

Kegiatan Inti



4.
Guru memperkenalkan materi pembelajaran melalui kegiatan tanya jawab



5.
Guru menjelaskan materi pembelajaran menggunakan media gambar



6.
Guru memberikan kesempatan bertanya pada siswa



7.
Guru membagi kelas menjadi 4 kelompok


Guru tidak melakukan kegiatan pembagian kelompok karena pada pembelajaran IPS sebelumnya sudah dibentuk kelompok.
8.
Guru memberikan tugas menulis nama-nama rumah adat beserta asalnya



9.
Guru membimbing siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan



10.
Guru mengajak dan menunjuk salah satu siswa untuk menjadi perwakilan kelompok masing-masing melakukan presentasi hasil kerja siswa




Kegiatan Penutup



11.
Guru memberikan penghargaan kepada seluruh siswa atas hasil kerja dan presentasi



12.
Guru mengajak seluruh siswa membuat kesimpulan dari materi pembelajaran yang sudah dipelajari



13.
Guru meminta seluruh siswa mengumpulkan tugas



14.
Salam penutup




Berdasarkan hasil observasi di SDN Dukuhsari 1 Jabon – Sidoarjo, proses pembelajaran diatas dilaksanakan berdasarkan RPP yang sudah disusun dari Kecamatan. Proses pembelajaran tersebut hampir seluruhnya sudah sesuai dengan RPP yang telah disusun. Namun, narasumber, yaitu Bapak Tri Andi Susanto, tidak selalu menggunakan RPP dari Kecamatan untuk melaksanakan proses pembelajaran. Beliau juga membuat RPP sendiri yaitu RPP dari internet atau Kecamatan yang beliau modifikasi sendiri. Misalkan, menambahkan media untuk mempermudah siswa dalam memahami materi.

LAMPIRAN

J:\Tugas Pak Min (RPP)\IMG_20161001_085506.jpg    J:\Tugas Pak Min (RPP)\IMG_20161001_083200.jpg
(RPP dari Kecamatan)                        (Suasana proses pembelajaran di kelas IV – SDN Dukuhsari 1 Jabon)

   
   
        J:\Tugas Pak Min (RPP)\IMG_20161001_090815_1.jpg
(Proses pembelajaran menggunakan media gambar)                        (Bapak Tri Andi Susanto)

Aplikasi Model Pengembangan Instruksional Kemp

PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Aplikasi Model Pengembangan Instruksional Kemp pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV

Dosen Pengajar : Drs. Mintohari, M.Pd











Disusun Oleh : Nisful Laila (14010644045 / B-2014)


UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
2016
Aplikasi Model Pengembangan Instruksional Kemp pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV

KD    :
3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual.
4.1 Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antargagasan ke dalam kerangka tulisan.

Materi    : Gagasan Pokok dan Gagasan Pendukung

Langkah 1 : Menentukan tujuan istruksional umum (TIU), yaitu tujuan yang ingin dicapai dalam mengajarkan masing-masing pokok bahasan.

Tujuan instruksional umum :
  1. Siswa dapat mengetahui definisi, ciri-ciri, dan contoh dari gagasan pokok.
  2. Siswa dapat mengetahui definisi, ciri-ciri, dan contoh dari gagasan pendukung.
Langkah 2 :Membuat analisis tentang karakteristik siswa. Analisis ini diperlukan antaral lain untuk mengetahui, apakah latar belakang pendidikan, dan sosial budaya siswa memungkinkan untuk mengikuti program, dan langkah-langkah apa yang perlu diambil.

Untuk mengungkap kemampuan awal, dapat dilakukan dengan pemberian tes dari tingkat bawah atau tes yang berkaitan dengan materi ajar sesuai dengan panduan kurikulum. Sedangkan, minat, kemampuan berpikir, gaya belajar, dan lain-lainnya dapat dilakukan dengan bantuan tes baku yang telah dirancang oleh para ahli.

Membuat analisis karakteristik atau kemampuan awal siswa dilakukan dengan pemberian tes yang berkaitan dengan materi ajar yaitu dengan memberi kesempatan pada siswa untuk mencari informasi dan menyampaikan informasi tentang “gagasan pokok dan gagasan pendukung” yang telah diperoleh.

Langkah 3 : Menentukan tujuan instruksional secara spesifik, operasional, dan terukur. Dengan demikian siswa akan tahu apa yang harus dikerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan apa ukurannya bahwa dia telah berhasil. Dari segi pengajar rumusan itu akan berguna dalam menyusun tes kemampuan/keberhasilan dan pemilihan materi yang sesuai.

Tujuan instruksional khusus :
  1. Siswa dapat menentukan gagasan pokok dan gagasan pendukung dari sebuah teks lisan, tulis, atau visual.
  2. Siswa dapat menemukan informasi dari teks berdasarkan keterhubungan antargagasan ke dalam kerangka tulisan.

Langkah 4 : Menetukan materi/bahan pelajaran.

Materi / Bahan Pelajaran :
  • Definisi, ciri-ciri, dan contoh gagasan pokok
  • Definisi, ciri-ciri, dan contoh gagasan pendukung
  • Teks wacana tulis

Gagasan Pokok
Gagasan pokok adalah kalimat yang mengandung gagasan utama mengenai suatu topik yang sedang dibahas di dalam sebuah paragraf.

Ciri-ciri gagasan pokok :
1. Gagasan pokok mengandung suatu permasalahan yang bisa dikembangkan secara terperinci.
2. Gagasan pokok merupakan suatu kalimat yang utuh atau bisa berdiri sendiri tanpa adanya penghubung baik penghubung antar kalimat maupun penghubung intra kalimat.
3. Biasanya gagasan pokok terletak di awal paragraf. Namun pada kalimat induktif kalimat utama terletak di akhir suatu paragraf dan biasanya menggunakan kata-kata berupa: “Sebagai kesimpulan, Jadi…, Dengan demikian…”
4. Mempunyai arti yang jelas walaupun tanpa dihubungkan dengan kalimat lain.

Gagasan Pendukung
Gagasan pendukung adalah kalimat-kalimat yang isinya merupakan penjelasan, uraian, atau berupa rincian-rincian detail tentang kalimat utama suatu paragraf. 

Ciri-ciri gagasan pendukung:
1. Berupa pendukung suatu kalimat utama yang menyajikan deskripsi, contoh, perbandingan, alasan dan penjelasan mengenai topic yang dibahas.
2. Merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri.
3. Gagasan pendukung memerlukan kata-kata penghubung seperti “Bahkan, contohnya, terlebih lagi, misalnya, contohnya dan lain-lain”. kalimat-kalimat penjelas membutuhkan kata penghubung agar suatu paragraf menjadi Koherence atau berkesinambungan antar kalimat.

Contoh Gagasan Pokok dan Gagasan Pendukung
Setelah memahami pengertian dan ciri-ciri dari gagasan pokok dan gagasan pendukung, berikut adalah contoh menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam sebuah paragraf.

Paragraf 1
Demam berdarah merupakan ancaman bagi manusia di seluruh belahan dunia. Banyak kasus demam berdarah yang terjadi di seluruh dunia. Jumlah kasus demam berdarah yang paling tinggi di tempati oleh Asia terutama di Asia timur dan selatan. Hal ini disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi sehingga memungkinkan nyamuk dengue berkembang. Sedangkan Australia dan Amerika menempati peringkat ke 2 dan ke 3 dalam kasus demam berdarah. Jumlah kasus demam berdarah di benua ini lebih kecil karena letak geografis dan iklimnya yang membuat nyamuk dengue susah untuk berkembang.

Pada paragraf di atas semua kalimat membicarakan tentang demam berdarah. Berdasarkan ciri-ciri yang telah kita pelajari sebelumnya. kita bisa melihat kalimat pertama merupakan sebuah kalimat yang utuh. Sedangkan kalimat-kalimat setelahnya bersifat mendukung dengan memberikan contoh, alasan, dan bukti yang merupakan ciri dari kalimat penjelas.

Jadi bisa di pastikan bahwa gagasan pokok pada paragraf di atas ada pada kalimat pertama sehingga paragraf ini disebut paragraf deduktif.

Gagasan pokok : Demam berdarah merupakan ancaman bagi manusia di seluruh belahan dunia.
Gagasan pendukung : Ada di kalimat ke 2 hingga ke 6.

Paragraf 2

Banyak faktor yang bisa mempengaruhi tingginya kolesterol di dalam tubuh. Sebagai pemicunya adalah banyaknya lemak yang kita konsumsi salah satunya adalah dari minyak goreng. Kolestrol yang menumpuk ini akam meyumbat alairan darah kita sehingga akan menggangu kerja jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Sehingga akan menyebabkan penyumbatan darah. Dengan demikian, kolesterol merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner.

Paragraf di atas membicarakan tentang Bahaya kolesterol bagi tubuh. kalimat pertama, hingga kalimat keempat merupakan kalimat penjelas. Pada kalimat pertama penulis mengajukan sebuah fakta dan di djelaskan oleh kalimat-kalimat selanjutnya. kemudian di bagian akhir penjelasan-penjelasan tersebut dirangkum dalam satu kaliamt di kalimat terakhir dicirikan dengan adanya kata “Dengan demikian”

Berdasarkan penjelasan dan contoh di atas, kalimat utama dari paragraf tersebut terletak di akhir paragraf sehingga paragraf ini disebut dengan paragraf Indukif.

Gagasan pokok :   Dengan demikian, kolesterol merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner.
Gagasan pendukung : ada pada kalimat 1 hingga kalimat 4.

Teks Wacana Tulis

Teks 1

Orang yang akan pensiun tidak perlu stres. Pendiun berarti tidak bekerja, tetapi mendapat gaji. Dengan tidak berdinas lagi berarti mereka tidak memilii baban pikiran terhadap pekerjaan dan banyak waktu luang untuk bersantai. Kalau waktu luang itu bisa dioptimalkan dengan berbagai kegiatan yang positif dan produktif, tentu orang tidak akan terkena stres.

Teks 2

Seorang muslim sudah sewajarnya untuk rajin beribadah dan berdo'a. Setiap hari, lantunan kata indah selalu dipanjatkan kehadirat-Nya. Ia yakin dengan berdo'a semua harapannya akan tercapai dan  kesulitanpun akan dengan mudahnya dapat diselesaikan. Karena bagi seorang muslim do'a adalah senjata paling ampuh.

Teks 3

Hari ini keluarga kami benar-benar bahagia.Di hari ini hari dimana anton akan diwisuda. Kakak sulungku itu tampak rapih duduk di barisan pertama. Berjejer rapi bersama para mahasiswa lain dengan pakaian serba hitam lengkap dengan topi persegi yang menurutku sangat aneh.Dari tadi ku perhatikan kedua bibir ayah dan ibuku tidak pernah terkatup untuk berhenti mengucapkan tahmid sambil sesekali mengumbar senyum.Hari ini tampak begitu spesial bagi kami.

Langkah 5 : Menetapkan penjajagan awal (pre-assessment). Ini diperlukan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah memenuhi prasyarat belajar yang dituntut untuk mengikuti program yang bersangkutan. Dengan demikian pengajar dapat memilih materi yang diperlukan tanpa harus menyajikan yang tidak perlu, dan siswa tidak menjadi bosan.

Langkah 6 : Menentukan strategi belajar-mengajar yang sesuai. Criteria umum untuk pemilihan strategi belajar-mengajar yann sesuai dengan tujuan instruksional khusus tersebut adalah: (1) efisiensi, (2) keefektifan, (3) ekonomis, dan (4) kepraktisan, melalu suatu analisis alternative.

Strategi belajar-mengajar yang digunakan yakni strategi deduktif karena dapat digunakan untuk mengajarkan konsep, baik konsep konkret maupun konsep terdefinisi. Dengan strategi deduktif, materi atau bahan pelajaran diolah dari mulai yang umum, generalisasi atau rumusan, ke yang bersifat khusus atau bagian-bagian. Bagian itu dapat berupa sifat, atribut, atau ciri-ciri.

Langkah 7 : Mengkoordinasikan sarana penunjang yang diperlukan meliputi biaya, fasilitas, peralatan, waktu, dan tenaga.

Sarana penunjang yang diperlukan adalah beberapa teks wacana tulis yang mengandung gagasan pokok dan gagasan penjelas.

Langkah 8 : Mengadakan evaluasi. Evaluasi ini sangat perlu untuk mengontrol dan mengaji keberhasilan program secara keseluruhan, yaitu (1) siswa, (2) program instruksional, (3) instrumen evaluasi/tes, maupun (4) metode.

Evaluasi yang digunakan yaitu evaluasi sumatif. Evaluasi yang dilakukan setelah berakhirnya kegiatan belajar-mengajar, atau sering juga kita kenal dengan istilah lain, yaitu post test. Pola evaluasi ini dilakukan kalau kita hanya bermaksud mengetahui tahap perkembangan terakhir dari tingkat pengetahuan atau penguasaan belajar yang telah dicapai oleh siswa.

Sumber :

Permendikbud No. 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar

Nur Hamiyah, Muhammad Jauhar. 2014. Strategi Belajar Mengajar di Kelas. Jakarta : Prestasi Pustakaraya

___. 2015. Pengertian Gagasan Utama dan Cara Mudah Menemukannya dalam Sebuah Paragraf, (online), http://www.abimuda.com/2015/02/pengertian-gagasan-utama-dan-cara-mudah-menemukannya-dalam-sebuah-paragraf.html, (Diakses 10 Oktober 2016)

___. 2011. Aplikasi Model Pengembangan Instruksional, (online), http://satriadholan.blogspot.co.id/2011/04/aplikasi-model-model-pengembangan.html, (Diakses 10 Oktober 2016)

Keterkaitan Antara Epistemologi dengan Pendidikan

FILSAFAT PENDIDIKAN
“Artikel Keterkaitan Antara Epistemologi dengan Pendidikan”
Dosen Pengajar : Drs. Mas Fx Subagy, M.Pd











Disusun Oleh : Nisful Laila (14010644045 / B-2014)



UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
2016


Keterkaitan antara Epistemologi dengan Pendidikan

Epistemologi berasal dari bahasa Yunani Kuno, dari kata “episteme”yang berarti pengetahuan, dan “logos” yang berarti teori. Secara etimologi, epistemologi berarti teori pengetahuan.

Epistemologi adalah pengetahuan yang berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti apakah pengetahuan, cara manusia memperoleh dan menangkap pengetahuan dan jenis-jenis pengetahuan. Dalam buku Uyoh Sadulloh (2006:85) Epistemologi merupakan pertanyaan-pertanyaan yang terfokus pada pengetahuan: pengetahuan apa yang benar? Bagaimana mengetahui itu berlangsung? Bagaimana kita mengetahui bahwa kita mengetahui? Bagaimana kita memutuskan antara dua pandangan pengetahuan yang berlawanan? Apakah kebenaran itu konstan, ataukah kebenaran itu berubah dari situasi satu ke situasi lainnya? dan pada akhirnya pengetahuan apa yang paling berharga?   Implikasi signifikan untuk pendekatan pada kurikulum dan pengajaran.

Epistemologi (episteme = pengetahuan) adalah cabang filsafat yang mengkaji sumber-sumber, watak, dan kebenaran pengetahuan. Bagaimana pengetahuan diperoleh? Apa hakikat mengetahui? Apakah pengetahuan itu sekadar yang bisa dipersepsi indra atau juga diluar indra manusia? Ringkasnya ada tiga pertanyaan dalam epistemologi, yakni : (1) asal mula atau sumber pengetahuan, (2) tampilan pengetahuan, yakni apa yang ada diluar akal, dan (3) kebenaran atau verifikasi dari pengetahuan. Bagaimana membedakan pengetahuan yang dalah dari yang benar? ketiga hal ini dapat diringkas sebagai hakikat pengetahuan dan hakikat mengetahui.

Sedangkan definisi pendidikan, menurut, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): Pendidikan yaitu sebuah proses pembelajaran bagi setiap individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan yang diperoleh secara formal tersebut berakibat pada setiap individu yaitu memiliki pola pikir, perilaku dan akhlak yang sesuai dengan pendidikan yang diperolehnya.

Lalu, menurut, Ki Hajar Dewantara: Menurutnya pendidikan adalah suatu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya ialah bahwa pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada peserta didik agar sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup yang setinggi-tingginya.

Berikutnya, berdasarkan, UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003: Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mampu mengembangkan potensi yang ada didalam dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian yang baik,  pengendalian diri, berakhlak mulia, kecerdasan,dan keterampilan yang diperlukan oleh dirinya dan masyarakat.

Dari beberapa pengertian tersebut tentang definisi pendidikan, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan ialah bimbingan yang diberikan kepada anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya untuk mencapai tingkat kedewasaan dan bertjuan untuk menambah ilmu pengetahuan, membentuk karakter diri, dan mengarahkan anak untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pendidikan juga bisa diartikan sebagai usaha sadar yang bertujuan untuk menyiapkan peserta didik dalam belajar melalui suatu kegiatan pengajaran, bimbingan dan latihan demi peranannya dimasa yang akan datang.

Dari pengertian epistemologi dan pendidikan diatas dapat disimpulkan bahwa epistemologi adalah pengetahuan sistematik mengenai pengetahuan. Ia merupakan salah satu cabang filsafat yang membahas tentang terjadinya pengetahuan, sumber pengetahuan, asal mula pengetahuan, metode atau cara memperoleh pengetahuan, validitas dan kebenaran pengetahuan. Aspek epistemologi adalah kebenaran fakta atau kenyataan dari sudut pandang mengapa dan bagai mana fakta itu benar yang dapat diverifikasi atau dibuktikan kebenarannya.

Jadi hubungan epistemologi dengan pendidikan adalah untuk mengembangkan ilmu secara produktif dan bertanggung jawab serta memberikan suatu gambaran-gambaran umum mengenai kebenaran yang diajarkan dalam proses pendidikan. Epistemologi membahas : sumber, proses, syarat, batas fasilitas dan dan hakikat pengetahuan yang memberikan kepercayaan dan jaminan bagi guru bahwa ia memberikan kebenaran kepada murid-muridnya (M. Noor Syam,1986:32).
            
Contoh : guru harus menentukan apa yang benar mengenai muatan yang akan diajarkan, kemudian guru harus memutuskan alat yang paling tepat untuk membawa muatan ini bagi siswa. Epistemologi yang merupakan salah satu aspek dari filsafat apabila dapat dipahami oleh guru atau pendidik diharapkan dapat membantu para pendidik dalam mengoptimalisasikan tugas kependidikannya. Sehingga dalam melaksanakan tugasnya tersebut didasarkan pada pijakan atau landasan filosofis yang jelas.

  • Sumber :

Sadulloh, Uyoh. 2010. Prngantar Filsafat Pendidikan. Bandung : CV ALVABETA.

Alwasilah, Chaedar. 2008. Filsafat Bahasa dan Pendidikan. PT Remaja Rosdakarya : Bandung

Achamd, Dardiri. 2008. “Aspek-aspek Filsafat dan Kaitannya dengan Pendidikan”. Jurnal Pendidikan, (online), Vol 1, No. 9, Diunduh 29 September 2016

Muhazir, Gandra. 2013. Peranan Filsafat Pendidikan, (online),  http://kopite-geografi.blogspot.co.id/2013/05/peranan-filsafat-pendidikan.html. Diakses 29 September 2016

Bobsusanto. 2015. 15 Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli, (online), http://www.seputarpengetahuan.com/2015/02/15-pengertian-pendidikan-menurut-para-ahli.html. Diakses 02 Oktober 2016

___. 2012. Hubungan Filsafat Pendidikan dengan Epistemologi, Ontologi, dan Aksiologi, (online), http://grupsyariah.blogspot.co.id/2012/06/hubungan-filsafat-pendidikan-dengan.html. Diakses 02 Oktober 2016

RPPH Kelompok Bermain Tema Diriku Sub Tema Anggota Tubuhku Minggu Ke-4 Hari Ke-4

Tidak ada "RPPH Kelompok Bermain Tema Diriku Sub Tema Anggota Tubuhku Minggu Ke-4 Hari Ke-4" dikarenakan KB tempat saya mengajar l...